Cerita dengan Sahabat Terbaikku

 Gambar terkait
Aku punya sahabat bernama Vira (samaran) dan dia sekampus denganku, kulit putih, rambutnya berwarna coklat tua dan tinggi badanya kurang lebih 155cm dan wajahnya pun polos. Kami bersahabat sejak duduk di bangku SMU. Dulu kami bersahabt empat orang, Erik (samaran) dan Dian (samaran), tapi ternyata dua sahabat kami lebih memilih melanjutkan kuliah di LN. jadi tinggalah aku dan Vira yg bersahabt walapun kami masih tetap berhubungan dengan dua sahabat kami, baik melalui ym ataupun friendster. Terrkadang kalau mereka pulang ke jakarta kami sering hang out bareng sekedar melepas rindu dan dan bercerita tentang pengalaman kami.

Persahabatanku dengan Vira, murni hubungan seorang sahabat. Tampaknya kami terlalu takut untuk menodai hubungan persahabatn kami dengan perasaan cinta. Sejak lulus dari bangku SMU kami sepakat untuk melanjutkan kuliah di Jakarta, di universitas dan jurusan yg sama. Tempat kots kami pun terbilang cukup dekat, hanya berjalan 5 menit.

Selama kami kuliah, aku sempat berpacaran satu kali dengan Nina, tapi hubunganku dengan Nina tdk berjalan lama hanya berjalan setengah tahun. Dan hubunganku dengan Nina putus karena hubunganku dengan Vira terlalu dekat, tampaknya Nina cemburu. Aku sempat shock di putus oleh NIna tetatp Vira selalu membantuku untuk keluar dari situasi sulit tersebut. Vira Benar-benar sahabt sejati yg selalu ada di setiap aku mengalami kesulitan.

Cerita Mesum – Banyak yg mengira aku dan Vira pacaran kerena kedekatan kami, tapi kami hanya tertawa saja karena memang tdk ada perasaan itu. Kami setiap sabtu malam minggu sering menghabiskan waktu berdua entah itu nonton, makan malam atau belajar bersama.

Awal thn 2005 kami menerima kabar bahwa teman kami Erik dan Dian pada pertengahan bulan akan liburan ke Jakarta. Dan kami berempat merencanakan untuk liburan ke bali. Sungguh moment yg sangat aku tunggu-tunggu.

Moment itu pun semakin mendekati, kami bersemangat menyiapkan segala sesuatunya. Tapi rencana tinggalah rencana, satu minggu sebelum hari H, Erik membatalkan niat pulang ke jakarta karena dia baru ada masalah di sana. Dian pun batal karena masih ada jadwal ujian. Akhirnya aku dan Vira pun berpikir gimana caranya untuk mengisi waktu liburan yg kosong tersebut karena kami sudah membatalkan semua rencana dengan teman-teman demi rencana ini.

Sehari sebelum hari H aku bermain ke tempat kost Vira, seperti biasa kami berbincang-bincang dan kecewa pembatalan ini. Tapi aku punya inisiatif untuk jalan-jalan ke bandung tapi pergi pulang sore. Vira mulanya pun ragu karena bingung mau pergi kemana dan akhirnya kami sepakat untuk pergi ke lembang. Kami ingin menikmati sejuknya udara kota Bandung. Akhirya setelah sepakat aku pun bali ke tempat kosku untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Kemudian kami janjian untuk pergi ke sebuah mini market dekat kost kami untuk membeli minuman dan makanan ringan.

Kesokan harinya aku sudah bangun jam lima pgi, kemudian aku menelpon Vira. Lama sekali tak ada jawaban, akhirnya telepon kedua di jawab.

“Haloo, maaf Jimm.. aku baru bangun nih..” katanya.

“Vir, jadi berangkat nggak nih? ini udah hampir jam 6 lho, nanti kita kesingan” tanyaku.

“Jelas jadi dong, tapi aku belum mandi, bentar ya aku mandi dulu. Kamu nanti kalau ke kost langsung masuk aja, pintunya ngga aku kunci, sekalian kamu masukin barang-barang aku ke mobil kamu” suruhnya.

“Oke! nggak pakai lama ya” jawabku singkat.

Tak lama kemudian aku sudah parkir di depan kost Vira dan aku langsung masuk ke kamarnya. Ternyata Vira belum selesai mandi dan aku dengan cepat memsukkan barang-barang Vira ke mobil Yaris merahku. Kemudian aku berteriak dari luar kamar mandi.

“Vir aku tunggu di mobil ya,, buruan nggak pakai lama” teriakku.

“Oke, bentar lagi selesai kok” sahutnya

10 menit kemudian Vira keluar dari kostnya dengan celana pendek hitam dan kaos bergambar super girl, kebetulan kita emang janjian buat pakai baju kembar yg kita beli di slah satu mall di jakarta, bedanya aku supr bot. Biar keliatan kompak aja. Karena kami emang sering membeli pakaian kembar.

“Maaf ya Jim, jadi lama nunggu, aku tadi pagi ngantuk banget” katanya.

“Santai aja sob, yg penting kita bisa jalan-jalan” jawabku

Sepanjang jalan kami berbincang-bincang tentang kegiatan kampus. sambil mendengarkan lagu I’m your Angel-nya Celine Dion feat R. Kelly.

Vira benar-benar sahabat yg baik. Kami saling menghibur dan saling mengisi. Dan anehnya kita sama sekali nggak pernah membicarakan perasaan kami masing-masing. Hanya saja aku sering khawatir jika Vira sakit atau terjadi kenapa-napa dan begitu pula sebaliknya.

Benar-benar persahabatan yg tulus dan aku sungguh takut untuk menodainya dengan perasaan cinta. Takut dia pergi meninggalkanku. Takut dia berpikir bahwa aku menghianati persahabatan kita.

Kupacu laju mobilku tdk terlalu cepat juga tdk terlalu pelan. Karena aku berusaha menikmati perjalan ini. Hanya sekitar 3 jam aku sudah memasuki kota Bandung.

Setelah kami memasukki kota bandung kami mencari restoran untuk sarapan kami. Setelah sarapan kami coba memsauki Factory Outlet, dari Factory Outlet satu ke Factory Outlet yg lainya. Milih baju dan akhirnya kami membeli sepasang baju kembar lagi. Tak terasa waktu sudah menujukan pukul lima sore, perut kami jugah sudah mulai lapar lagi.

“Vir, cari makan yuk… aku laper nih… keita jangan terlalu sore ke lembangnya” ajakku.
“Maaf, aku nggak ngeliat jam… keasikkan belanja sih hehe…” katnya sambil tertawa.

Kemudian kami meluncur kearah atas bandung. Sekitar jam enam kita sudah sampai. Kami menikmati hidangan di depan kami minum cappuccino hangat. Kebetulan kami mempunyai selera yg sam dalam hal minuman, sama-sama penyuka cappuccino. Pa aku melihat jam ternyata sudah jam setengah sembilan malam. Kami keasikan ngobrol dan tak terasa 2,5 jam telah berlalu.

Saat itu hujan turun dengan sangat lebat sekali. Kami hampir sejam ternyata hujan tak kunjung reda. Akhirnya dengan meminjam payung kita berhasil sampai ke mobil dan waktu sudah menunjukkan pukul 21:45. Dan akhirnya kami meninggalkan restoran tersebut. Tak lamakemudian aku merasakan hal yg aneh pada mobilku, mobil terasa oleng dan aku berpikir ban mobilku ada yg kempes.

Kemudian di tengah guyuran hujan yg lebat, kami berdua turun dari mobil untuk mengecek ban mobilku, tentu saja Vira memayungiku. Ternyata dugaanku benar bahwa ban depan kananku kempes, mungkin terkena paku. Tdk mungkin untuk mengganti ban dalam keadaan cuaca seperti ini. Kemudian kami berdua kembali masuk ke mobil.

“Vir, ban mobil kempse nih, aku ganti dulu ya, kamu tunngu aja di mobil”
“Kamu gila ya? Hujan kayak gini kamu mau ganti ban? Nanti kamu sakit lagipula bahaya malam-malam gini ganti ban”
“Kalau nggak di ganti kita nggak bisa pulang Vir, mau nunggu hujannya reda? tambah kemaleman lagi”
“Pokoknya aku nggak setuju kamu ganti ban sekarang, mending jalanin deh mobilnya”

Aku nurut aja apa yg dibilang Vira dan kemudian menjalankan mobil pelan-pelan.

“Vir, aku punya ide tapi aku nggak yakin kamu sejuju sama ideku”
“Apa sih ide kamu Jimm?”
“Gimana kalau kita cari tempat penginapan, kita nginep semalem di sini, besok pagi kita pulang, kecuali kalau kamu ijinin aku ganti ban mobil sekarang”

Sejenak Vira berpikir dan menjawab

“Ya sudah kita cari tempat penginapan terdekat di sini daripada kamu kehujanan dan sakit, itu lebih nggak ngerepotin aku lagi”

Beberpa saat kemduian kami menmeukan sebuah penginapan dan aku langsung membelokkan mobilku ke penginapan tersebut. Ternyata hujan pun semakin lebat didertai angin kencang dan di selingi kilatan petir. Dengan payung yg tak teralu besar kami berdua masuk ke lobby untuk chek in. Waktu kami masuk lobby beberapa orang sempat melihat kami karena 3/4 baju kami basah akibat hujan angin yg besar. Kemudian aku ke resepsionis.

“Mbak, aku pesen kamar singgle bed dua”
“Maaf mas, yg tersisa hanya kamar double bed satu”

Kemudian aku tanya ke Vira,

“Gimana? kamarnya tinggal itu, mau nggak?

“Nggak ada pilihan lain kan? ya udah itu aja nggak papa” jawabnya

Kami pun segera menuju kamar tersebut. Kamar tersebut hanya ada satu bed ukuran doble, dan kamar mandi dengan shower panas dingin. Kemudian kami mandi seacara bergantian. Aku hanya mengenakan celana boxer dan kaos yg kami beli do factory outlet. Sedangkan Vira mengenakan baju kaos lengan buntung dan celana pendek. Tubuh terasa lelah sekali.

“Vir, kok kamu memutuskan nginep dan tidur sama aku?

“Aku cuma nggak mau liat kamu sakit aja, kalau kamu sakit nanti aku juga yg repot, siapa yg beliin obat? siapa yg nganterin kamu ke dokter? lagipula kita temenan udah lama banget, kamu tau siapa aku dan aku tau siapa kamu hehe..”

“Btw makasih ya udah jadai sahabat aku, aku seneng bagnet punya sahabat kayak kamu Vir, aku nggak mau kehilangan kamu Vir” kemudian aku memeluk Vira.

Cerita Sex Mahasiswa – Dengan sedikit bingung Vira menyambut pelakukanku dan sambil bertanya.

“Maksud kamu nggak maukehilangan aku apa Jim? emang aku mau kemana? aku kan nggak kemana-mana”

“Aku baru sadar bahwa selama ini yg aku rasain ke kamu bukan perasaan sebagai sahabt tapi lebih, aku sayang banget sama kamu Vir, aku nggak mau kamu ninggalin aku dan maried sama orang lain. Terrnyata selama ini aku sudah bohong sama perasaan aku dan aku takut kalau aku ngomong ke kamu, semuanya akan berubah. Dan aku takut kamu ninggalin aku”

Sambil menatap tajam mataku dia berkata,

“Jimm, aku nggak akan pernah ninggalin kamu, I’m promise bcoz I love you too”

Aku melihat wajah cantik Vira mengeluarkan airmata dan tak lama kemudian aku berusaha mengangkat dagunya dan mulai mencium bibirnya. Dengan lembut aku mencium bibirnya dan ini merupakan ciuman pertama Vira karena Vira belum pernah pacaran sebelumnya. Dan bagiku ini untuk kedua kalinya karena sebelumnya aku pernah berciuman dengan mantan pacarku.

Cukup lama kami saling berciuman kemudian aku mulai memegang toket Vira, tak terlalu besar dan tak terllu kecil. Aku meremas-remasnya dengan lembut. Vira mulai mendesah, perlahan aku angkat kaosnya dan dia menurut saja. Terlihat yoket mulus dan puting berwarna merah muda, ternyata Vira sudah tak mengenakan BH setelah mandi, mungkin kerana BH nya basah. Dan dengan cepat aku turunkan celana dan CD nya. Terlihat memeknya dengan bulu-bulu yg tertata rapi.

Aku mulai mencumbunya dari leher, menjilati telinganya kemudian turun ke arah toketnya. Vira mulai mnegeluarkan desahan-desahan kecil. Aku menjilati puting susunya, dan sesekali kugigit kecil putingnya. Vira mulai meracau. Aku turun kebawah dan mulai memainkan memek dan klitnya. Ternyata klitnya sudah basah, tampaknya Vira sudah mulai terangsang.

Dengan lembut kujilati klitnya hingga alhirnya dia meremas kepalaku dan keluar cairan hangat. Wangi sekali memek Vira, tampaknya Vira sangat merawat kebersihan memeknya. Aku langsung melepas pakaianku hingga telanjang bulat, Vira tampak sedikit terkejut melihat batang k0ntolku yg berukuran sedang. Aku menyuruhnya mengocok lembut dan menjilati batang k0ntolku. Mulanya dia tampak jijik tapi lama-lama sudah biasa. Dia menjilati dan menghisap batang k0ntolku dengan lembut sekali. Tak lama kemudian aku mengarahankan batang k0ntolku ke lubang memeknya. Aku menatapnya dengan tajam dan dia hanya melihatku dan memejamkan matanya. Aku tak tau apakah itu tanda setuju atau tdk tapi dia tak melakukan penolakkan.

Aku mulai memasukkan batang k0ntolku ke lubang memeknya perlahan-lahan, dia sedikit menahan sakit kemudian aku berhenti sejenak lalu aku coba masukin lagi batang k0ntolku hingga akhirnya masuk, darah keperawanannya mulai keluar dri memeknya. Kemudian aku mulai mengocok pelan lubang memeknya, Vira tampak menahan sakit tapi menikmati. Sekitar hampir 20 menit kami melakukan itu hingga akhirnya aku sudah mulai merasa ingin mencapai orgasme dan sempat bertanya ke Vira apakah dikeluarkan di dalam atau di luar dan Vira bilang di dalam saja. Tak lama kemudian lendir kenikmatanku pun keluar memenuhi lubang memek Vira.

Sesaat kemudian kami tergolek lemah di ranjang dan membayangkan apa yg telah kami lakukan. Kami saling dian tanpa kata. Aku coba menoleh ke Vira dan dia mengeluarkan airmatanya. Aku memulai pembicaraan.

“Vira, maafkan aku… tdk seharusnya aku ngelakuin ini ke kamu.. aku khilaf”
“Bukan… bukan salah kamu… nggak perlu minta maaf” sambil mengusap air matanya.
“Vir, aku janji akan menikahi kamu, kamu mau jadi istriku?” tanyaku.

Sambilt tersenyum dia berkata,

“Jimm, kamu cowok yg baik. Kamu selalu ada buat aku disaat aku butuh kamu. Kamu mengerti bagaimana memperlakukan aku. Aku sebenernya sedih waktu liat kamu jadian sama Nina, tapi aku pengen liat kamu bahagia. Kamu cowok sempurna di mataku, tdk ada alasan buat bilang ke kamu. Aku sayang kamu, aku mau jadi istri kamu jimm”

Setelah kejadian itu kami akhirnya berpacaran dan semakin sering melakukan. Akhir thn 2005 kami wisuda. Dan aku bekerja di perusahaan otomotif multinasional sedangkan Vira bekerja di salah satu bang terbesar di indonesia. Pada awal 2009 kami berdua memutuskan untuk menikah. Dan sekarang kami sudah dikaruniai seorang naka perempuan yg cantik bernama Cintya

Ini sedikit cerita tentang kehidupanku dan aku sangat bahagia bisa menikah dengan Vira.

Post a Comment

Previous Post Next Post

POST ADS1

POST ADS 2